KAJIAN YURIDIS UPAYA HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS PEMBELIAN UNIT APARTEMENT YANG TIDAK MENJALANKAN PRESTASINYA

(Studi Kasus PPJB PT. Mahkota Semesta Utama di Bekasi)

Authors

  • Christian Yogi Setyawan Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur
  • Waluyo Waluyo Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.35127/kabillah.v9i2.483

Keywords:

Perjanjian Pengikatan Jual Beli; Upaya Hukum

Abstract

Abstrak:

Beberapa tahun terakhir ini perkembangan pembangunan perumahan yang terdapat di kota-kota besar dalam bentuk rumah susun komersial seperti apartemen terjadi peningkatan yang cepat dan persaingan yang sangat ketat dalam menarik konsumen. Namun dalam pelaksanaannya seringkali terjadi suatu permasalahan yang menyangkut tentang perjanjian. Konsep jual beli rumah susun dengan sistem pre-project selling pun dapat menimbulkan potensi-potensi yang tidak diinginkan pada konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk memahami akibat hukum perjanjian pendahuluan jual beli serta upaya terkait ketiadaan unit Apartement terhadap pembeli yang telah membayar lunas. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan konseptual dan pendekatan undang-undang. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi kepustakaan dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis serta menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian jual beli apartemen Meikarta dapat dianggap sah secara hukum, namun perlu dilakukan restrukturisasi perjanjian. Hal ini disebabkan oleh PT. Mahkota Semesta Utama sebagai pengembang Apartemen Meikarta terbukti melakukan wanprestasi sebagaimana Pasal 1243 KUHPerdata pada unsur tidak melakukan apa yang akan disanggupi dilakukannya dengan tidak menyerahkan unit apartemen sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

 

 

Abstract:

In recent years, there has been a rapid increase and intense competition in the development of commercial vertical housing, such as apartments, in major cities to attract consumers. However, during implementation, there are often problems related to agreements. The concept of pre-project selling of apartments can also create unintended potential consequences for consumers. This study aims to understand the legal consequences of preliminary sales agreements and efforts related to the unavailability of apartment units for buyers who have made full payments. The research method used is normative juridical with a conceptual and statutory approach. Data collection was carried out through a literature study and interviews. Data analysis was conducted using a descriptive analytical method and a qualitative approach. The results of the study show that the apartment purchase agreement for Meikarta can be considered legally valid, but restructuring of the agreement is necessary. This is because PT. Mahkota Semesta Utama, as the developer of the Meikarta Apartment, has been proven to have committed a breach of contract as stipulated in Article 1243 of the Civil Code, namely by failing to perform what it has agreed to do by not handing over the apartment unit in accordance with the agreed agreement.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Articles