POLA LEADERSHIP KIAI DALAM MENGEMBANGKAN PENDIDIKAN FORMAL DI PONDOK PESANTREN MIFTAHUT THULLAB SAMPANG MADURA

Authors

  • Daud Daud Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo, Indonesia
  • Muqoffi Muqoffi Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang
  • Zainuddin Zainuddin Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang
  • Shofi Shofi Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang

Keywords:

Leadership, Kiai, Development, Education, and Pesantren.

Abstract

Kiai mempunyai kekuatan mutlak dalam mengambil keputusan yang akan dilakukan untuk kemajuan pesantren. Selain dituntut harus bijak kiai juga harus mempunyai jiwa leadership yang tinggi, karena tugas kiai dalam sebuah pesantren sangatlah berat. Kiai tidak hanya menjadi tokoh sentral di pesantren, akan tetapi perannya juga sangat berpengaruh di tengah-tengah masyarakat. Kemudian secara umum dalam dunia pendidikan, lembaga pesantren juga semakin diperhitungkan keberadaannya di tengah-tengan masyarakat. Hal ini dikarenakan para orang tua tidak ingin anaknya serta merta belajar ilmu umum saja tanpa ada pengimbangan dengan pengetahuan yang berbau agama lebih luas lagi, karena dengan begitu, hakikat manusia yang menyandang predikat makhluk yang terbaik akan lebih berarti. Alasan lainnya adalah, dengan belajar di pondok pesantren, seseorang akan lebih mandiri lagi, karena mereka bisa belajar kehidupan secara nyata, yakni berdampingan dengan santri lain dan berbagi dalam banyak hal, Selain kemampuan pesantren untuk melakukan transformasi dari salaf ke modern, juga, di pesantren selain santri mendapatkan ilmu agama yang cukup, santri juga dikenalkan kepada pengetahuan ilmu umum secara intensif, agar supaya alumni pondok pesantren mampu bersaing dalam kompleksitas kehidupan sosial, budaya dan politik.  Dengan demikian adanya tanggapan positif dari masyarakat ini lembaga pendidikan pondok pesantren semakin hari semakin berbenah diri dan semakin menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat, demikian ini yang menjadikan peneliti tertarik untuk mengungkap tentang fenomena di balik pesantren. Pokok bahasan dalam penelitian ini adalah pola leadership kiai dalam mengembangkan Pendidikan formal di pesantren. Dalam melakukan penelitian ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdu al-Karim Zaidan. (2022). Ush?l al-Dakwah. Muassasah al-Risalah.

Abdullah bin ‘Alawy al-Hadd?d Al-Hadramî. (n.d.). , al-Nash?ih al-D?niyah wa al-Wash?y? al-?m?niyah. 10.

Abi Zakariya Yahya bin Syaraf al-Nawawi. (2003). Raudhah al-Thâlibin. Dar al-‘Alam al-Kutub.

Al-Habib Zain bin Ibrahim bin Sumaith. (n.d.). al-Manhaj al-Shawi.

Al-Khatib al-Baghdadi. (2008). Taqyid al-Ilmi. Dar al-Istiqamah.

Al-Munawi. (n.d.). al-Taisîr bi-Syarhi al-J?mi’ al-Shagh?r.

Al-Mun?w?. (1972). Faid al-Qad?r Syarh al-Jami’ al-Shaghir. Dâr al-Ma’rifah.

Arifin, Z. (2015). Kepemimpinan kiai dalam ideologisasi pemikiran santri di pesantren-pesantren salafiyah mlangi yogyakarta. Inferensi, 9(2), 351. https://doi.org/10.18326/infsl3.v9i2.351-372

Basrowi & Suwandi. (2008). Memahami Penelitian Kualitatif . Jakarta: Rineka Cipta,.

Creswell, J. W. (2010). Research Design, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. (Edisi terjemahan oleh Achmad Fawaid). . Pustaka Pelajar.

Drs. K.H.M. As’ad Thoha, M. A. (2017). Pendidikan Aswaja Dan Ke-NU-An. Al Maktabah.

Gatot Krisdiyanto. (2019). Sistem Pendidikan Pesantren Dan Tantangan Modernitas . Jurnal Tarbawi, Jurnal Ilmu Pendidikan, 15.

Hani Khalfa al-Tharawinah. (2013). Ilmu al-Maktabah wa Markaz al-Ma’lumah al-Qiyadah wa al-Mabadi. Urdun: Dar Yafa al-Ilmiyah.

Ibnu Hajar al-Asqalani. (n.d.). Fathu al-B?ri bisyarhi Shahih al-Bukhari (Vol. 7). Dar al-Ma’rifah.

Ibnu Qayyim al-Jauziyyah. (1917). Aunu al-Ma’bud Syarh Sunan Abi Dawud. Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Islam, U., & Alauddin, N. (2023). Attractive?: Innovative Education Journal. 5(2).

Ismail Haqqi. (1998). Ruh al-Bayan . Dâr al-Fikr.

Kholis N. (2001). Kepemimpinan pondok pesantren: individual atau kolektif.

Lexy J. Moleong. (n.d.). Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Radakarya .

Luthan Fred. (1981). Organization Behavior. Mc-Graw Hill Book Company.

M. Bahri Ghazali. (2001). Pendidikan Pesantren Berwawasan Lingkungan: Kasus Pondok Pesantren An-Nuqayah Guluk-Guluk Sumenep, Madura (Vol. 1). Pedoman Ilmu.

M. Ridlwan Qoyyum Sa’id. (2006). Rahasia Sukses Fuqoha,. Mitra Gayatri.

Martha, E. , & K. S. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif. Rajawali Press.

Mashuri, I., Faishol, R., & Banyuwangi, ; Lppm Iai Ibrahimy Genteng. (2023). Gaya Kepemimpinan Kiai Dalam Membangun Sinergitas Pesantren. In Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) | (Vol. 6, Issue 1). http://ejournal.iaiibrahimy.ac.id/index.php/Abdi_Kami

Mastuhu. (1994). Dinamika Sistem Pendidikan Pesantren: Suatu Kajian tentang Unsur dan Nilai Sistem Pendidikan Pesantren . INIS.

Mas’ud, A. dkk. (2002). Dinamika Pesantren dan Madrasah. Pustaka Pelajar.

Muh. Idris Usman. (2013). Pesantren SebagaiLembaga Pendidikan Islam (Sejarah Lahir, Sistem Pendidikan, dan Perkembangannya Masa Kini. Jurnal Al Hikmah , XIV.

Muhammad bin Ahmad Rafiq. (n.d.). al-Jahâlât al-Masth?rât. D Lebanon .

Nawawi Hadari dan Hadari Martini. (2004). Kepemimpinan Yang Efektif. Gadjah Mada University Press.

Nogroho Irwan. (2016). Kepeminpinan Perpaduan Iman, Ilmu dan Akhlak. Pustaka Pelajar.

Rosidi Imron. (1429). Sukses Menulis Karya Ilmiyah, Suatu Pendekatan Teori dan Praktik . Pustaka Sidogiri Podok Pesantren Sidogiri.

Sayyid Murtadha. (1971). Ittihaf al-Sadat al-Muttaqin. Dar al-Kutub al-Ilmiyah.

Sondang P Siagian. (2004). Teori Motivasi dan Aplikasinya. Rineka Cipta.

Sugiono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D .

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. CV Alfabeta. .

Syahraini Tambak. (2014). 6 Metode Komunikatif Pendidikan Agama Islam . Graha Ilmu.

Syaikh Muhammad Jamal al-Din al-Qasimi. (n.d.). Mau’idhah al-Mu’minîn .

Syaikh Nawawi al-Bantenni. (n.d.). Marâqî al-Ubûdiyah. 16–17.

Wahbah al-Zuhailî. (n.d.). Tafsir al-Munir li al-Zuhaili (Vol. 3).

Wahbah Al-Zuhaili. (n.d.). Tafsir al-Munir (Vol. 26).

Wahbah al-Zuhailî. (6 C.E.). al-Fiqhu al-Isl?m? wa adillatihi.

Wahbah al-Zuhailî. (1984). al-Fiqhu al-Isl?m? wa Adillatihi (Vol. 8). Dâr al-Fikr.

Wahjoetomo. (1997). Perguruan Tinggi Pesantren. Gema Insani Press.

Yahya bin Syaraf al-Nawawy. (n.d.). Shahih Muslim (Vol. 17).

Downloads

Published

2025-08-12

Issue

Section

Articles