STRATEGI BRANDING PRODUK SAKA TEBU LAWANG DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING PASAR LOKAL DAN NASIONAL

Authors

  • Ofianto Ofianto Universitas Negeri Padang
  • Oktaviani Oktaviani Universitas Negeri Padang
  • Friyatmi Friyatmi Universitas Negeri Padang
  • Azmi Fitrisia Universitas Negeri Padang
  • Syafril Syafril Universitas Negeri Padang

DOI:

https://doi.org/10.35127/kabillah.v9i2.475

Keywords:

Branding, Gula Tebu , Daya Saing, Strategi Pemasaran, Nagari Lawang, Desain Kemasan

Abstract

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengembangkan strategi branding yang efektif dalam meningkatkan daya saing produk gula tebu tradisional di Nagari Lawang, Kabupaten Agam. Melalui pendekatan kualitatif, studi ini menggabungkan wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), observasi, dan analisis dokumentasi guna memahami implementasi dan dampak branding terhadap UMKM gula tebu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, pemahaman pelaku UMKM terhadap branding masih terbatas, dengan hanya 28,6% yang menyadari pentingnya branding. Namun, setelah pelatihan, angka ini meningkat menjadi 85,7%, menunjukkan peningkatan pemahaman tentang elemen branding seperti desain kemasan, logo, dan penggunaan media digital. Studi kasus menunjukkan bahwa implementasi branding yang tepat mampu meningkatkan penjualan hingga 354%. Pemerintah Nagari dan petani gula tebu memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan branding, meskipun pelaku UMKM masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan pengetahuan teknologi digital dan akses ke sumber daya finansial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi branding yang efektif dapat secara signifikan meningkatkan daya saing produk gula tebu di pasar lokal dan nasional, dan memberikan rekomendasi untuk pendampingan berkelanjutan dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk mendukung pelaku UMKM dalam mengembangkan merek produk mereka. 

Abstract:

This research aims to identify and develop an effective branding strategy in increasing the competitiveness of traditional cane sugar products in Nagari Lawang, Agam Regency. Through a qualitative approach, this study combines in-depth interviews, Focus Group Discussions (FGDs), observations, and documentation analysis to understand the implementation and impact of branding on sugarcane MSMEs. The results of the study show that before the training, MSME actors' understanding of branding is still limited, with only 28.6% aware of the importance of branding. However, after the training, this figure increased to 85.7%, indicating an increased understanding of branding elements such as packaging design, logos, and the use of digital media. Case studies show that the implementation of proper branding can increase sales by up to 354%. The Nagari government and sugarcane farmers play an important role in supporting branding development, although MSME actors still face challenges such as limited digital technology knowledge and access to financial resources. This study concludes that an effective branding strategy can significantly increase the competitiveness of cane sugar products in the local and national markets, and provides recommendations for continuous mentoring and collaboration between various parties to support MSME actors in developing their product brands.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Articles