TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENJUALAN SATWA YANG DILINDUNGI DENGAN CARA LELANG DI E-COMMERCE

Authors

  • Putri Rizqi Ramadhani Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Bambang S Irianto Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.35127/kabillah.v9i2.432

Keywords:

Tindak Pidana, Satwa Dilindungi, E-Commerce, UU ITE, Perlindungan Keanekaragaman Hayati.

Abstract

Penjualan satwa yang dilindungi melalui platform e-commerce, termasuk dengan mekanisme lelang, merupakan tindak pidana yang melanggar Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Undang-Undang No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Praktik ini tidak hanya mengancam keberlanjutan keanekaragaman hayati tetapi juga mencerminkan penyalahgunaan teknologi digital untuk aktivitas ilegal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi hukum dari tindak pidana tersebut, baik dalam konteks perlindungan satwa maupun regulasi e-commerce. Ditemukan bahwa pelaku dapat dijerat dengan pidana konservasi alam dan UU ITE karena memfasilitasi perdagangan ilegal melalui distribusi informasi elektronik. Selain itu, peran platform e-commerce sebagai pihak yang menyediakan ruang transaksi juga menjadi sorotan, di mana diperlukan pengawasan ketat dan penerapan teknologi pendeteksi untuk mencegah pelanggaran. Penegakan hukum yang tegas, penguatan regulasi platform digital, edukasi masyarakat, dan kerjasama lintas sektor menjadi langkah penting dalam menekan praktik ilegal ini. Dengan pendekatan terpadu, diharapkan perdagangan satwa yang dilindungi melalui e-commerce dapat diminimalkan demi menjaga kelestarian lingkungan dan integritas ekosistem.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Articles