DIPLOMASI PUBLIK MELALUI PESTA KESENIAN BALI SEBAGAI UPAYA UNTUK MENARIK WISATAWAN MANCANEGARA PASCA PANDEMI COVID-19

Authors

  • Rizkya Sulistyarini UPN "Veteran" Jawa Timur
  • Resa Rasyidah UPN "Veteran" Jawa Timur

Keywords:

Diplomasi publik, Pesta kesenian Bali, Publik Strategis

Abstract

Abstrak
Pesta Kesenian Bali (PKB) merupakan festival kesenian terlama dan terbesar yang ada di Bali. Festival ini merupakan agenda tahunan yang diadakan oleh Pemerintah Provinsi Bali bersama dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Pesta Kesenian Bali juga telah masuk 100 Calendar of Event Indonesia (CoE) juga telah menjadi 10 event unggulan pada Karisma Event Nusantara (KEN). Meskipun sempat absen pada 2020 karena pandemi Covid-19 festival ini diadakan kembali pada tahun 2021. Penelitian ini akan membahas upaya diplomasi publik yang dilakukan Indonesia melalui Pesta Kesenian Bali dalam menarik wisatawan mancanegara pra dan pasca pandemi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan pendekatan kualitatif dan menggunakan analisis teori diplomasi publik model tiga tingkat yaitu 1) Government to government; 2) Immediate strategic publics; dan 3) Mass public. Berdasarkan kajian yang sudah dilakukan peneliti membuktikan bahwa Pemerintah Indonesia menyasar pada tiga sasaran strategis tersebut dalam menjalankan diplomasi publiknya melalui Pesta Kesenian Bali sehingga dapat menarik wisatawan mancanegara berkunjung ke Bali baik sebelum ataupun sesudah pandemi.

Abstract:
Pesta Kesenian Bali (PKB) is the longest-running and most extensive arts festival in Bali. The Provincial Government of Bali organises this annual event with the Bali Provincial Cultural Office. PKB has also been included in Indonesia's 100 Calendar of Events (CoE), becoming one of the top 10 Karisma Event Nusantara (KEN) events. Although it was suspended in 2020 due to the Covid-19 pandemic, the festival resumed in 2021. This research will discuss Indonesia's public diplomacy efforts through PKB to attract international tourists before and after the pandemic. The study employs a descriptive and qualitative approach, utilising a three-tier public diplomacy model: 1) Government to government, 2) Immediate strategic public, and 3) Mass public. Based on the study, researchers demonstrate that the Indonesian government targets these three strategic audiences through public diplomacy through PKB, successfully attracting international tourists to visit Bali before and after the pandemic.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2024-12-30

Issue

Section

Articles