PARTISIPASI PEREMPUAN MELALUI ORGANISASI NON PEMERINTAH AISYAH DAN MUSLIMAT NU DALAM PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK
DOI:
https://doi.org/10.35127/kabillah.v8i2.308Keywords:
organisasi, Perlindungan, PartisipasiAbstract
Abstrak:
Pentingnya perlindungan perempuan dan anak-anak dalam perspektif hukum dapat dilihat dari konsekuensi negatif yang dapat timbul jika hak-hak mereka tidak terlindungi. Perlunya langkah-langkah afirmatif untuk perlindungan anak sebagai kelompok yang lemah dan rentan. Kasus kekerasan terhadap anak menurut Komisi Nasional Perlindungan Anak terdapat 3.547 aduan kasus kekerasan terhadap anak yang diterima sepanjang 2023. Sementara, menurut Komnas Perempuan kasus kekerasan seksual sebagai bentuk kekerasan terhadap perempuan yang dominan (2.228 kasus/38.21%) diikuti kekerasan psikis (2.083 kasus/35,72%). Studi ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor apa saja yang dapat mempengaruhi partisipasi perempuan dalam menghadapai tantangan yang terjadi dalam rangka berpartisipasi untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam organisasi Aisyah dan Muslimat NU guna memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi guna menjabarkan terkait dengan realita yang ada di lapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil Penelitian ini Partisipasi aktif Aisyiyah dan Muslimat NU dalam melindungi perempuan dan anak-anak di Indonesia penting. Aisyiyah berkontribusi melalui ribuan lembaga pendidikan, sementara Muslimat NU melalui program pemberdayaan perempuan. Faktor-faktor internal dan eksternal memengaruhi partisipasi perempuan dalam organisasi ini. Meningkatkan pemahaman dan mengatasi tantangan penting untuk memperkuat kontribusi mereka.
Abstract:
The importance of protecting women and children from a legal perspective can be seen from the negative consequences that can arise if their rights are not protected. The need for affirmative steps to protect children as a weak and vulnerable group. According to the National Commission for Child Protection, there are 3,547 complaints of violence against children received throughout 2023. Meanwhile, according to the National Commission on Violence Against Women, sexual violence is the dominant form of violence against women (2,228 cases/38.21%) followed by psychological violence (2,083 cases/ 35.72%). This study aims to analyze what factors can influence women's participation in facing the challenges that occur in order to increase women's participation in the Aisyah and Muslimat NU organizations in order to strengthen the protection of women and children. This research method uses a qualitative method with a phenomenological approach to explain the reality in the field. Data collection techniques used in-depth interviews and literature studies. Results of this research: The active participation of Aisyiyah and Muslimat NU in protecting women and children in Indonesia is important. Aisyiyah contributes through thousands of educational institutions, while Muslimat NU through women's empowerment programs. Internal and external factors influence women's participation in these organizations. Increasing understanding and overcoming critical challenges to strengthen their contributions.
