SANKSI ADAT PERKAWINAN DENGAN BORU NI NAMBORU PADA MASYARAKAT MANDAILING PERSPEKTIF URF

Studi Kasus Pada Masyarakat Mandailing di Kabupaten Deli Serdang

Authors

  • Khoirul Fahmi Siregar Universitas Islam Negeri Sumatera Utara
  • Zainal Arifin Purba Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

DOI:

https://doi.org/10.35127/kabillah.v8i1.304

Keywords:

Sanksi adat, Perkawinan Boru ni Namboru, Urf

Abstract

Abstrak:

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganailisis mengenai sanksi adat Mandailing dalam konteks perkawinan sepupu yang mana dalam hal ini disebut dengan perkawinan Boru ni Namboru yang dikaitkan dengan Urf. Permasalahan yang akan diteliti adalah apakah sanksi adat yang diberikan kepada seseorang yang melangsungkan perkawinan boru ni namboru pada masyarakat mandailing? Serta alasan yang melatar belakangi penerapan larangan kawin dengan Boru ni Namboru secara adat oleh masyarakat Mandailing.? Metode penelitian ini adalah kualitatif. Lokasi penelitian ini di laksanakan pada masyarakat adat mandailing di Kabupaten deli Serdang.

 

 

Abstract:

This study aims to identify and analyze the Mandailing customary sanctions in the context of cousin marriage which in this case is called Boru ni Namboru marriage which is associated with Urf. The problem to be examined is whether the customary sanctions are given to someone who enters into a Boru ni Namboru marriage in the Mandailing community? As well as the reasons behind the application of the ban on marrying boru ni namboru according to custom by the Mandailing people.? This research method is qualitative. The location of this research was carried out on the Mandailing indigenous people in Deli Serdang Regency.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-06-21

Issue

Section

Articles