PENGARUH WACANA KRITIS DI MEDIA SOSIAL TERHADAP PENCITRAAN DIRI: SEBUAH TINJAUAN LINGUISTIK
DOI:
https://doi.org/10.35127/kabillah.v8i2.272Keywords:
Wacana Kritis, Media Sosial, Pencitraan Diri, Identitas KelompokAbstract
Abstrak:
Studi ini menyelidiki dampak wacana kritis pada platform media sosial terhadap persepsi diri individu di era digital. Individu yang secara aktif terlibat dalam wacana kritis di berbagai platform media sosial adalah subjek studi kasus yang menguji keragaman pendapat, identifikasi kelompok, dan aktivitas partisipasi. Dengan menggunakan metodologi etnografi digital, pemahaman komprehensif diperoleh melalui observasi partisipan, wawancara virtual, dan analisis konten media sosial. Seperti yang ditunjukkan oleh temuan penelitian, wacana kritis merupakan cerminan dari berbagai perspektif dan ekspresi, yang ditanggapi oleh partisipan dengan berbagai cara, termasuk dengan memberi komentar, me-retweet, dan membuat konten baru. Hashtag dan terminologi terkait merupakan faktor penting dalam membentuk dan memperluas wacana kritis dengan membentuk pola percakapan yang berdampak pada kemajuan dialog. Wacana kritis berkembang seiring berjalannya waktu seiring dengan isu-isu yang mendapat perhatian publik, sehingga menghasilkan siklus kepentingan publik, menurut temuan tersebut. Diakui bahwa partisipasi wacana kritis sangat dipengaruhi oleh identitas kelompok, karena individu cenderung menyelaraskan diri dengan kelompok atau gerakan tertentu. Gagasan tentang keterlibatan sosial muncul sebagai elemen penting, yang menunjukkan bahwa persepsi diri seseorang dipengaruhi secara langsung oleh partisipasi aktif mereka dalam hal-hal yang berkaitan dengan masyarakat, politik, dan budaya. Namun demikian, hasil penelitian ini juga menggarisbawahi konsekuensi perselisihan dalam wacana kritis, sehingga menekankan pentingnya memupuk dialog konstruktif dan menumbuhkan kecerdasan emosional. Salah satu konsekuensi dari hasil ini adalah perlunya pendidikan media sosial untuk menekankan pengembangan keterampilan seperti penyaringan informasi dan manajemen konflik. Harapannya adalah bahwa hasil ini akan memfasilitasi pemahaman yang lebih dalam tentang seluk-beluk interaksi sosial di era digital dan membuka jalan bagi penyelidikan lebih lanjut mengenai dampak media sosial terhadap pembentukan identitas pribadi.
Abstract:
This study investigates the impact of critical discourse on social media platforms on the self-perception of individuals in the digital age. Individuals who are actively engaged in critical discourse across multiple social media platforms are the subjects of case studies that examine diversity of opinion, group identification, and participation activities. By employing a digital ethnographic methodology, comprehensive understandings were obtained by means of participant observation, virtual interviews, and analysis of social media content. As demonstrated by the research findings, critical discourse is a reflection of a wide range of perspectives and expressions, to which participants respond in a variety of ways, including by remarking, retweeting, and generating new content. Hashtags and related terminology are significant factors in shaping and broadening critical discourse by establishing conversational patterns that impact the progression of dialogue. Critical discourse evolves over time in tandem with the issues that garner public attention, thereby generating cycles of public interest, according to the findings. It is recognized that critical discourse participation is significantly influenced by group identity, as individuals tend to align themselves with specific groups or movements. The notion of social engagement surfaced as a significant element, suggesting that an individual's self-perception is directly impacted by their active participation in matters pertaining to society, politics, and culture. Nevertheless, the results also underscore the consequences of discord in critical discourse, thereby emphasizing the importance of fostering constructive dialogue and cultivating emotional intelligence. One consequence of these results is the necessity for social media education to emphasize the development of skills such as information filtration and conflict management. The anticipation is that these results will facilitate a deeper comprehension of the intricacies surrounding social interactions in the digital age and pave the way for additional investigations into the impact of social media on the formation of personal identities.
